Home Jokowi Telak!! Saat PPATK jadi ‘panah’ polisi jerat Asma Dewi dalam kasus Saracen

Telak!! Saat PPATK jadi ‘panah’ polisi jerat Asma Dewi dalam kasus Saracen

SHARE

Bruniq.com
– Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Asma Dewi, Jumat (8/9). Awalnya, polisi menangkap Dewi karena mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu.

Berdasarkan pengembangan kepolisian, Asma Dewi yang ditangkap di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan tersebut diduga pula pernah mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen.

Kelompok tersebut sebelumnya telah diciduk akibat menyebarkan ujaran kebencian dan konten berbau SARA di media sosial.

Ketua Presidium 212 Slamet Maarif menjelaskan Asma Dewi pernah menjabat sebagai wakil bendahara Presidium 212 di saat kepemimpinan Ustaz Ansufri Idrus Sambo.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar) sekaligus pengacara Asma Dewi membantah tuduhan itu.

“Klien saya tidak pernah mengakui maupun menyatakan bahwa itu (transferan Rp 75 juta) suatu kebenaran. Karena klien saya pun menyatakan tidak pernah melakukan hal seperti itu,” ujar Djudju saat dihubungi merdeka.com, Selasa (12/9).

Pun demikian Djudju mengungkap jika Asma tidak mengenal para pelaku Saracen. “Klien saya itu kan hanya ibu rumah tangga biasa. Memang ikut aksi bela islam. Cuma itu kan karena dia memang ikut pengajian lalu terpanggil untuk ikut membela. Memangnya salah,” tuturnya.

Untuk mendukung penyelidikan polisi terkait uang Rp 75 juta ke Saracen, polisi gandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kita sekarang sedang menunggu Laporan Hasil Analisis (LHA) transaksi dari yang bersangkutan oleh PPATK,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/9).

Hal itu untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam ujaran kebencian. Selain itu, laporan tersebut juga untuk mengetahui siapa-siapa saja yang nanti akan menjadi tersangka dalam kasus ini.

“Kita tahu nanti alirannya kemana semua, itu bisa lebih menjangkau siapa-siapa yang bisa dilibatkan, siapa menjadi tersangka, siapa menjadi saksi. Kita biasakan tunggu hasil penyidikan. Saya tidak mau berandai-andai. Seandainya begini, seandainya begini, ndak,” tambahnya.

Meski polisi sudah mendapatkan informasi bahwa Dewi sudah melakukan transfer terhadap Saracen sebesar Rp 75 juta, tetapi pihaknya masih tetap menunggu Laporan Hasil Analisis (LHA) dari PPATK dan juga masih melakukan penyidikan.

“Ini masih dalam penyidikan. Tetapi Polri mempunyai informasi yang akan dibuktikan dengan dukungan dari laporan hasil analisis transaksi keuangan PPATK,” ucapnya.

“Polri mempunyai informasi bahwa dia ada transaksi. Oleh sebab itu kita tunggu pembuktian ini kalau sudah dapat LHA PPATK,” sambungnya.

SHARE
Loading...
Previous articleTerimakasih Pak Jokowi!! Akhirnya, Skytrain Bandara Soetta Beroperasi Hari Minggu
Next articleSalam Dua Periode!! Ketum PPP ungkap sederet alasan dukung Jokowi di 2019
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook