Home Jokowi Telak!! Asma Dewi, Berjilbab dan Emak-Emak, Bukan Jaminan Perilakunya Baik. Setuju?

Telak!! Asma Dewi, Berjilbab dan Emak-Emak, Bukan Jaminan Perilakunya Baik. Setuju?

SHARE

Bruniq.com
Tertangkapnya Asma Dewi yang diduga sebagai orang yang mentransfer 75 juta ke Saracen cukup membuat publik terhenyak. Pasalnya dia adalah orang yang ikut berteriak-teriak saat aksi 212, penggiat Tamasya Al-Maidah, serta beberapa kali kedapatan foto bersama Anies-Sandi. Dari keterkaitan ini membuat publik bertanya-tanya, apakah kemenangan Anies-Sandi memang berkat Saracen? Dugaan ke arah sana nampak semakin kuat meskipun kubu Anies-Sandi menyangkal bahwa Asma Dewi termasuk relawan mereka.

Saya serahkan urusan itu kepada kepolisian. Biarkan polisi yang mengusut setuntas-tuntasnya apa memang ada peran Anies-Sandi dibalik proyek Saracen untuk menjegal Ahok. Saya berharap semoga secepatnya lekas terbuka selebar-lebarnya fakta yang sebenarnya.

Kali ini saya akan membahas dari sudut pandang yang lain. Saya agak risih melihat ternyata Asma Dewi adalah emak-emak. Semakin risih lagi ketika Asma Dewi ternyata berjilbab dan teriak-teriak bela Islam pada aksi 212. Rasa risih tersebut semakin memuncak dan akhirnya menjadi sebuah rasa muak dan jengkel.

Saya muak karena simbol agama saya telah dihinakan oleh Asma Dewi. Saya juga muak karena karakter emak-emak yang biasanya baik, lembut, justru harus dilacurkan oleh sebuah bisnis Saracen.

Betapa sebuah jilbab hanya dijadikan tameng untuk menutupi kebusukan dan kejahatan hatinya. Tidak bisa dipungkiri, orang yang memakai jilbab akan dipandang sebagai orang yang baik, paham agama, dan taat dalam menjalankan ibadah. Mungkin orang tak akan berprasangka buruk terhadap perempuan-perempuan yang memakai jilbab.

Fakta ini yang kemudian diduga menjadi pilihan Asma Dewi untuk menutupi belang dirinya. Sosoknya mungkin tidak dikenal sebelumnya sehingga orang tidak akan menyadari bahwa dirinya telah terlibat bisnis Saracen untuk menjegal Ahok. Asma Dewi sepertinya mengira bahwa publik tidak terlalu mengenal sosoknya sehingga tanpa ragu dia berfoto dengan orang-orang yang menjadi lawan Ahok seperti Anies-Sandi, Prabowo, hingga Ahmad Dhani. Dia tidak menyadari bahwa jejak digital sungguh kejam telah membuka boroknya.

Tertangkapnya Asma Dewi menambah bukti baru tentang orang-orang yang telah menjual agama demi kepentingan duniawi. Sebelumnya ada nama Sri Rahayu yang berjilbab yang tertangkap karena ujaran kebencian kepada Jokowi serta bagian dari Saracen. Jejak digital akhirnya mengungkap siapa sosok Sri Rahayu yang ternyata pernah berfoto dengan tanpa mengenakan jilbab. Dia berjilbab untuk menutupi kejahatan dirinya. Ada juga Anniesa Hasibuan yang memakai jilbab untuk mensukseskan first travel, padahal sebelumnya dia bukanlah orang yang religius dan pakai jilbab.

Banyak orang yang mendadak religius untuk memenuhi syahwat duniawinya. Mereka menjadikan agama sebagai tameng untuk menutupi kebusukannya.

Jangan heran ketika seorang Ahmad Dhani, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah tiba-tiba menjadi orang yang religius dan sok membela agama. Track record mereka menyebutkan bahwa mereka tidak pernah sereligius saat menjelang Pilkada DKI.

Kisah orang-orang licik dan jahat yang menjadikan simbol-simbol agama untuk menutupi kebusukan hatinya memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk saya khususnya dan pembaca pada umumnya.

Memakai jilbab dan baju longgar memang sangat baik untuk seorang muslimah, begitu pun memakai peci, baju koko, sorban dan sarung untuk laki-laki muslim. Namun menjadikan pakaian seperti itu sebagai satu-satunya standar untuk menilai kebaikan seseorang adalah tindakan yang sangat gegabah.

Sering muncul pepatah yang mengatakan agar jangan menilai orang hanya dari casing atau pakaian. Tapi nilailah dari akhlak dan perilakunya. Siapapun bisa memakai jilbab, sorban, dan koko. Namun tidak semuanya bisa menjiwai makna pakaian-pakaian tersebut.

Saya semakin memahami dengan prinsip hidup Najwa Syihab yang sampai sekarang belum mau mengenakan jilbab dengan alasan kebaikan seseorang tidak dilihat dari jilbab, namun dari hati dan perilakunya.

Apa yang dikatakan oleh Najwa nampaknya terbukti meskipun kita tidak bisa melakukan generalisir. Faktanya memang ada orang yang gemar memakai simbol-silmbol agama dan terlihat religius namun sebenarnya adalah seorang penjahat. Sri Rahayu, Anniesa Hasibuan, dan Asma Dewi menjadi bukti shahih betapa jilbab dilucurkan untuk menutupi kejahatannya. Jilbab dan status emak-emak nampaknya telah berhasil menghilangkan kecurigaan masyarakat terhadap mereka. Setidaknya, penampilan mereka membuat masyarakat tidak akan menduga bahwa mereka seorang penjahat.

Sangat miris melihat agama yang saya peluk dihinakan dan diinjak-injak oleh oknum hanya untuk harta dan kekuasaan.

SHARE
Loading...
Previous articleMembanggakan!! Banyuwangi Wakili Indonesia dalam Kota Wisata Bersih se-Asia Tenggara
Next articleMenggemparkan!! Lagi, Polda Metro Jaya Usut Dua Kasus Jerat Alfian Tanjung
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook