Home Jokowi Selalu Merakyat!! Wahyudi, Pejuang Literasi Wonogiri yang Diundang Makan Bareng Jokowi

Selalu Merakyat!! Wahyudi, Pejuang Literasi Wonogiri yang Diundang Makan Bareng Jokowi

SHARE

Bruniq.com
– Cita-cita tinggi adalah hak setiap orang. Salah satunya datang dari warga Dusun Tlogo Bandung, di kaki Gunung Guci Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Wahyudi. Ia bermimpi ingin membuat taman bacaan di 25 kecamatan di Wonogiri.

Mimpi Wahyudi datang dari keprihatinannya melihat warga desa. Di sana, masyarakat kurang peduli dengan pendidikan anak-anak mereka. Akibatnya, banyak anak yang harus terpaksa putus sekolah.

“Angka putus sekolah di desa kami tinggi. Banyak anak-anak yang tidak meneruskan sekolahnya karena ketidakadaan biaya,” ujar Wahyudi dikutip dari kemdikbud.go.id, Rabu, 13 September 2017.

Melihat hal tersebut, Yudi, sapaan akrabnya, mendirikan sebuah taman baca awal 2014. Saat itu, Yudi tengah bekerja sebagai penjaga pos polisi di depan patung kuda Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Ia selalu menyisihkan sebagian gajinya untuk membeli buku.

“Gaji saya tidak besar, setiap gajian saya beli buku, dua sampai tiga buku,” kata pria yang akrab dipanggil Yudi tersebut.

Yudi melakukan berbagai cara untuk mendapat tambahan buku. Yang paling unik, ia sering mengajak teman-temannya untuk menonton acara Kick Andy di Studio MetroTV yang selalu membagikan buku-buku gratis kepada para penonton.

Tak hanya itu, demi mendapatkan buku, Yudi terpaksa menggadaikan motornya. “Sampai saat ini motor saya tersebut belum bisa ditebus,” kenangnya sambil tertawa.

Pada 2015, ia kembali ke kampung dan mendirikan rumah baca di Dusun Tlogo Bandung, sebuah dusun kecil di kaki Gunung Guci Wonogiri. Taman bacaan yang diberi nama Rumah Baca Sang Petualang (RBSP) itu diresmikan pada 23 Juli 2015, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Selama menjalankan rumah baca tersebut, anak seorang penjual pecel itu mendapat sambutan positif dari warga, terutama yang tinggal di pedalaman. “Bukan minat bacanya yang kurang, tapi akses ke bahan bacaan yang kurang,” katanya.

Sejak itu, warga kampungnya dan kampung-kampung terdekat mulai mendorong anak-anak untuk berkegiatan di RBSP. Selain diajak berkegiatan membaca dan belajar mengajar, mereka juga diajak untuk melakukan berbagai kegiatan kreatif seperti menulis, membuat berbagai kerajinan, dan lain-lain.

Apresiasi dari Pemerintah

Perjuangan pemuda kurus itu pun mendapat apresiasi dari pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengundangnya untuk menjadi pelopor program Kampung Literasi. Ia kini mewakili wilayah Kabupaten Wonogiri.

Tak hanya Kemdikbud, Yudi pun mendapat kehormatan untuk makan siang bersama Presiden Joko Widodo di Istana Presiden pada 2 Mei 2017, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

“Begitu haru dan bahagia. Ini apresiasi dari negara, undangan kehormatan yang jarang didapat untuk kalangan masyarakat biasa ini menjadi sebuah anugerah bagi saya,” papar Yudi.

SHARE
Loading...
Previous articleWoww!! Siang Ini, Pimpinan KPK Bertemu SBY. Ada Apa?
Next articleLuar Biasa!! Program Pro Rakyat, Ini Jurus Jokowi Sejahterakan Petani Lewat Skema Koperasi
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook