Home Jokowi Menggemparkan!! Kasus Viktor Diusut, Bagaimana dengan Kasus Dugaan Penodaan Agama Desmond?

Menggemparkan!! Kasus Viktor Diusut, Bagaimana dengan Kasus Dugaan Penodaan Agama Desmond?

SHARE

Bruniq.com

-Kasus Viktor Diusut, Bagaimana dengan Kasus Dugaan Penodaan Agama Desmond?
by gunromli.com September 16, 2017

Beberapa hari ini akun twitter dan facebook saya diserbu beberapa akun tak jelas identitasnya. Mereka bertanya kasus hukum Viktor Laiskodat.

Saya heran, mengapa ditanyakan ke saya, karena saya bukan penyidik polisi, bukan pula pengacara Viktor dan tidak pernah bertemu sama sekali dengannya.

Setelah saya pikir-pikir sambil garuk-garuk kuping, saya baru “ngeh”, oh mungkin akun-akun bayaran itu mau mengaitkan saya dengan Viktor karena sama-sama pendukung Ahok di Pilkada DKI lalu.

Ternyata mereka belum “move on” dari Pikada DKI, saya ditanya kasus Viktor, hanya karena pernah sama-sama dukung Ahok.

Ok lah mereka bertanya kasus Viktor, tapi saya juga mau bertanya kelanjutan kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Desmod J Mahesa. Pada bulan November 2016, Desmond Mahesa diadukan ke polisi karena dianggap menghina Nabi Muhammad Saw.

Ia dilaporkan oleh Bambang Sri Pujo, yang mewakili Aliansi Nasional 98. Laporan bernomor LP/1146/XI/2016/Bareskrim tertanggal 16 November 2016.

Desmond dilaporkan atas dugaan penodaan agama sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP, juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saat itu sedang rame-rame proses penyidikan kasus Ahok, rencananya ada saksi ahli yang didatangkan dari Mesir. Lawan Ahok heboh, padahal ada saksi ahli di sidang Jessica yang didatangkan dari Australia biasa-biasa saja.

Dengan ceroboh, Desmond membawa-bawa Nabi Muhammad Saw, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus Ahok, dan malah minta menghidupkannya untuk menjadi saksi ahli kasus Ahok.

Tapi hingga saat ini, kasus Desmond tidak jelas, padahal tidak ada informasi kalau laporan itu dicabut atau polisi menghentikan kasus Desmond.

Sementara Ahok dengan kasus yang sama telah divonis 2 tahun penjara. Juga Oto seorang dokter dari Balikpapan, yang menyindir demo 212 yang dikaitkan dengan ritual haji (thawaf di Monas dst) juga telah dijatuhkan hukuman 2 tahun penjara. Kebetulan dokter Oto ini memiliki simpati pada Ahok, meskipun ia warga Balikpapan dan tidak punya hak suara di Pilkada DKI.

Bagaimana dengan kasus Desmond?

Tidak jelas.

Tapi yang jelas, tampak sekali hukum ini tajam ke Ahok dan pendukungnya, tapi tumpul pada lawan-lawan Ahok.

Desmond dan Rizieq adalah 2 tokoh yang anti Ahok yang juga sama-sama dilaporkan atas dugaan penodaan agama.

Tapi ya itu, sama-sama tidak jelas kasusnya, karena mereka “diuntungkan” sebagai lawan Ahok.

Penegakan hukum terlihat tebang pilih, karena Ahok dan pendukungnya ditebang, tapi Desmond, Rizieq dan yang anti Ahok dibiarkan.

Pasal larangan penodaan agama (156a KUHP) selama ini menjadi senjata bagi kelompok-kelompok radikal untuk menyerang lawan-lawannya, tapi mereka tidak mau kena jerat dengan pasal yang sama. Mau enaknya sendiri.

Saat Perppu Ormas yang mencantumkan Pasal Larangan Penistaan Agama, eh malah kelompok-kelompok radikal yang sama, yang sering menggunakan pasal penodaan agama untuk menyerang lawan-lawannya malah menolak Perppu Ormas itu.

Hal ini menunjukkan mereka sudah pro penistaan agama dengan menolak Perppu Ormas itu, karena kalau mereka konsisten mendukung larangan penistaan agama, maka mereka akan mendukung Perppu Ormas itu, ternyata mereka malah menolaknya.

Tapi begitulah tabiat orang yang mau enaknya sendiri, mau menangnya sendiri. Kalau lawannya kena kasus, harus diproses cepat-cepat plus dengan demo berjilid-jilid, tapi kalau dirinya kena kasus, langsung kabur menghilangkan diri.

Mohamad Guntur Romli

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook