Home Jokowi Begini Penyesalan Dodik, pemuda pendiam baru diwisuda yang hina Ibu Negara

Begini Penyesalan Dodik, pemuda pendiam baru diwisuda yang hina Ibu Negara

SHARE

Bruniq.com
– “Saya sampaikan memohon maaf kepada Presiden dan Ibu Negara.”

Dengan terbata-bata, kalimat itu diungkapkan Dodik Ihwanto di depan belasan awak media dan jajaran kepolisian di Mapolrestaber Bandung.

Dodik, pemuda yang dikenal pendiam dan taat beribadah ini harus menghuni hotel prodeo untuk waktu belum ditentukan menunggu keputusan hakim.

Yang pasti, Dodik sudah terbukti menebar kebencian. Parahnya, ia menghina Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

“Nama saya DI saya pemilik akun @warga_biasa yang telah membuat gaduh Indonesia dan saya dengan rasa sangat menyesal telah membuat, memposting hal tersebut dan telah membuat rakyat Indonesia marah,” ujarnya DI di Mapolrestabes Bandung, Rabu (13/9).

“Dan saya mau mohon maaf untuk hal tersebut dan saya menyesal. Mohon maaf untuk seluruh rakyat Indonesia yang merasa tersakiti hatinya dikarenakan postingan saya. Dan saya sampaikan pribadi untuk memohon maaf kepada Presiden dan ibu negara,” kata dia.

Kasus berawal saat peselancar dunia maya dikejutkan oleh foto Iriana yang berhijab dan diberi caption bernada menghina serta melecehkan. Foto tersebut diunggah akun instagram @warga_biasa.

Polisi pun bergerak cepat.

Dodik dibekuk di Palembang, setelah sebelumnya polisi mengamankan Dani Widya di daerah Bandung. Widya disinyalir teman wanita pelaku.

“Selanjutnya Pada hari Sabtu tanggal 9 September 2017 yang lalu, kami (Yoris) bersama Team langsung berangkat ke Palembang guna melakukan penangkapan terhadap pelaku utama (Dodik),” ujar Kasat Reskrim Polrstabes Bandung AKBP Yoris Marzuki, Selasa (12/9).

Lalu, pada Senin (11/9) kemarin akhirnya polisi menangkap Dodik. Ia diketahui bersembunyi di rumah orangtuanya yang berada di daerah Palembang tersebut.

“Dan pada hari ini, Senin tanggal 11 September 2017 sekitar pukul 20.00 WIB, kami bersama tim langsung melakukan penangkapan di rumah orangtuanya,” ungkapnya.

Hasil dari penangkapan terhadap Dodik, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka tersebut yaitu dua buah handphone berikut dengan sim cardnya.

“Satu buah bendera HTI dan satu buah gantungan kunci HTI,” tuturnya.

Penyidikan pun berkembang. Usut punya usut, dua hari sebelum ditangkap, Dodik baru saja diwisuda bersama 1.574 mahasiswa lainnya. Dodik merupakan mahasiswa Universitan Sriwijaya jurusan Teknik Mesin tahun 2014.

Tak ada yang menyangka Dodik mampu menghina seorang ibu negara. Sebab, baik di kampus dan lingkungan rumah Dodik tidak pernah bermasalah dan terkenal pendiam.

“Ya benar, Dodik ternyata alumni kami, tapi baru tanggal 10 September 2017 kemarin diwisuda,” ungkap Humas Polsri Palembang, Edi Aswan.

Sehari setelah diwisuda, Dodik menyambangi kampus untuk mengambil ijazah. “Semuanya langsung datang ke kampus lagi buat ambil ijazah, Dodik juga datang,” kata dia.

Edi mengaku tak menyangka Dodik nekat menghina istri presiden melalui Instagram. Sebab, informasi yang diterima dari ketua jurusan dan mahasiswa lain, Dodik tidak pernah berbuat masalah di kampus.

“Bahkan, nilai kelakuannya mencapai angka tertinggi yakni 18 karena memang anaknya baik, tidak pernah ada masalah. Untuk organisasi tidak tahu apa aktif atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Anas Effendi mengungkapkan, Dodik dikenal pemuda pendiam dan aktif salat di masjid. Dia juga sering azan tanpa diminta pengurus masjid.

“Anaknya baik, ngobrol jarang, memang agak pendiam. Tapi suka azan, pokoknya ke masjid terus,” ungkap Anas kepada merdeka.com.

Menurut dia, keluarga Dodik juga terbilang taat ibadah. Bahkan, kata dia, ayah Dodik, Juremi, merupakan ketua pengurus masjid dan imam. “Makanya kami tidak menyangka Dodik ditangkap karena menghina istri presiden. Kasihan keluarganya, orang baik-baik semua,” ujarnya.

Kini, pemuda pendiam itu harus menanggung akibat sebab perbuatannya. Ia dijerat pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 UU no 19 tahun 2016 tentang ITE dan pasal 29 Jo pasal 4 ayat 1 huruf E UU no 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.

SHARE
Loading...
Previous articleTegas!! Tsamara Serahkan Penyebar Status Kawinnya ke Polisi
Next articleMenggemparkan!! Puluhan Saksi Diperiksa KPK di Tegal, Mulai Ajudan hingga Pengusaha
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook