Home Djarot Woww!! Masyarakat Indonesia Dihebohkan Dengan Sebuah Surat Dari Herman Pakpahan Yang Ditujukan...

Woww!! Masyarakat Indonesia Dihebohkan Dengan Sebuah Surat Dari Herman Pakpahan Yang Ditujukan kepada Presiden Joko Widodo…

SHARE
Disaat mas Joko akan meresmikan Jembatan Lingkar Semanggi tanggal 17 Agustus 2017 ini, berikanlah kebebasan untuk orang yang bernama Basuki Tjahaja Purnama. Sekalipun itu dalam bentuk Grasi

Bruniq.com

-Disaat mas Joko akan meresmikan Jembatan Lingkar Semanggi tanggal 17 Agustus 2017 ini, berikanlah kebebasan untuk orang yang bernama Basuk…

Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan sebuah surat dari Herman Pakpahan yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Surat yang diberi judul: “SURAT UNTUK PRESIDEN” itu dipublikasikan juga oleh instagram @indonesiavoice_. Salah satu isi pesan Herman Pakpahan tersebut meminta Presiden untuk membebaskan Ahok yang dipenjara selama dua tahun atas kasus penodaan agama di Kepulauan Seribu pada peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-72 pada 17 Agustus mendatang. Berikut isi surat:

Kepada Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo

Sekretariat Negara, Jl. Veteran No. 17 – 18, RT.2/RW.3, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

Selamat pagi pak Presiden, terlebih dahulu ijinkan saya memanggil anda dengan kebiasaan saya, Mas Joko, biar lebih akrab menyebutkannya.

Banyak hal yang mas Joko ajarkan kepada saya pribadi, sejak mas Joko menjadi Presiden, dan saya yakin seluruh rakyat Indonesia pun merasakan ajaran yang mas Joko berikan kepada saya, memang tidak secara langsung tapi secara perbuatan anda.

1. Kerendahan Hati
Sampai hari ini, mas Joko seoranglah Presiden yang selalu mau merendahkan hatinya kepada semua orang, contoh; iringan mobil dinas presiden serta pengawalannya, baru di zaman mas Joko jadi Presidenlah yang sangat tertib, tidak arogan, selalu paspempres sopan di jalan, dengan jari jempol mengarah kebawah memohon maaf atau ijin jika kendaraan presiden melewati. Semua orang bebas berfoto selfie dengan anda dan banyak lagi contoh kerendahan hati mas Joko yang saya perhatikan.

2. Ketulusan Hati
Sejarah Indonesia sudah menggoreskan bahwa anda adalah Presiden Republik Indonesia yang tulus hatinya kepada bangsa dan negara ini. Contohnya: tidak satupun anak kandung mas Joko yang memanfaatkan jabatan Presiden ayahnya, benar benar dari anak anak mas Joko membuktikan mas Joko tulus mau membangun negeri ini, kalau presiden sebelum anda, proyek mangkrak ada anaknya terlibat. Mas Joko tidak pemilik partai yang akan di wariskan kepada anaknya, dan masih banyak bukti ketulusan hati mas Joko.

3. Ilmu Sedekah
Mas Joko, banyak orang Indonesia berfikir memberikan uang receh kepada pengemis di jalan dan lampu merah sudah dianggap bersedekah, tapi anda mengajarkan saya bersedekah itu harus tulus, bukan pencitraan atau supaya dikenal orang suka memberi. Tidak banyak yang tahu, anda selalu memberikan apa yang dibutuhkan, contoh: saat mas Joko pulang ke Solo berlebaran, mas Joko mengutus paspampres memberikan sedekah ke tetangga rumah orang tua mas Joko yang sangat membutuhkan, itu tidak diberitakan media, tapi saya tahu mas. Disitu saya menangis, karena masih banyak orang mau memberi tanpa harus di foto dan disebarkan di medsos agar banyak orang yang tahu.

Ilmu sedekah yang anda ajarkan kepada saya pasti mas Joko dapat dari Ibu. Boleh saya panggil Budhe untuk ibu Kandung mas Joko?!. Saya juga diajarkan mendiang mama ku, saat memberi janganlah kiranya dipertontonkan, sekalipun memberi biarlah kiranya tangan kita tidak diatas. Menerima tangan dibawah bukan diatas.

4. Ilmu Bersahabat dan Bersabar
Saya sering katakan kepada komunitas dan sekitar saya, bahwa mas Joko mengajarkan kita I DON’T HAVE ENEMY. Semua anda selalu anggap dan perlakukan sebagai SAHABAT. Contoh: saat rakyat mulai membenci wakil Presiden JK, selalu anda ajak romo Jusuf bersamaan bergandengan tangan, mas Joko ajak ke Istana Bogor ngobrol bareng pemuka agama, mas Joko ajak bareng ke rumah sakit menjenguk korban bom kampung melayu, mas Joko ajak bersama sama ke terminal Kampung Melayu.

Disaat Prabowo yang kalah bertanding di tahun 2014 dan menghina bahkan mencoba merongrong pemerintahan anda dengan pasukannya dan kroninya yang ada di DPR RI. Tapi dengan rendah hati, anda datang berkunjung ke rumah beliau di Hambalang, sambil menunggangi kuda. Tidak tahu apa yang dirasakan Prabowo saat tahu anda akan mengunjunginya di kediamannya di Hambalang. Jika aku tahu mas Joko akan berkunjung ke rumahku, mungkin aku akan pingsan duluan dan setelah sadar akan merapikan dan mempersiapkan yang terbaik untuk mas Joko datang ke rumah kontrakanku.

Demikian juga dengan Soesilo Bambang Yudhoyono, yang merengek-rengek tapi sok jual mahal ingin di undang ke istana bertemu anda, bahkan ada istilah tahun kuda. Anda juga layani kemauan SBY yang berbungkus kemunafikan. Mas Joko sungguh sungguh sabar menghadapi orang orang yang jahat itu. Masih banyak contoh lainnya, tapi tiga contoh ini sengaja saya tuliskan karena ada kaitannya di akhir tulisanku ini.

5. Jiwa Ksatria
Mas Joko, saya mau cerita sedikit. Saat saya ikut aksi demo di depan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta meminta Basuki Tjahaja Purnama di Bebaskan, saya dan delapan orang lainnya dipukuli oleh Polisi, saat itu saya hanya minta anggota Polisi yang memukuli kami datang mengakui dan meminta maaf, tapi anggota Polisi tidak ada yang berani dengan ksatria mengakui sudah melakukan pemukulan itu.
Melihat kepada anda, saat adik ipar mas Joko di tuduh korupsi. Dengan ksatria mas Joko mengatakan, “jika adik ipar saya terbukti bersalah silahkan di hukum”, bahkan saat putri kesayangan mas Joko tidak lulus ujian CPNS, anda mengakui bahwa kegagalan ada pada putri kesayangan mas Joko, orang jahat saat itu banyak berfikir putri mas Joko pasti akan Lulus jadi Pegawai Negeri Sipil.

6. Menghormati Orang Lain
Selain wakil anda yang sudah tua itu yang mas Joko panggil “Romo” ternyata kepada pak Oesman Sapta yang lebih tua sedikitpun anda panggil “Romo”. Ajudan anda pun selalu anda panggil dengan sebutan “Mas”. Bahkan anak kecil pun anda hormati, kalau ibu kandung mas Joko saja mungkin akan berkata Bangga memiliki anak seperti anda yang hormat kepada semua orang.

Saat di Pekan Baru mas Joko yang tidak tahu bermain sulap, tapi belajar selama di pesawat kepresidenan hanya untuk menghormati anak anak yang sudah menunggu kehadiran mas Joko dalam peringatan hari Anak. Mas, saya masih ingat ada presiden yang ngamuk karena anak anak ketiduran nunggu kedatangannya dan mendengarkan khotbah kenegaraannya di depan anak anak. Benar benar berbeda cara anda menghormati anak kecil sekalipun, saya bangga mas.

7. Umat Beragama
Yah, disaat banyak yang mengaku Islam tapi mengkafirkan orang lain, bertindak diskriminatif, intoleransi dan radikal. Mas Joko menegaskan dengan perbuatan dan ucapan mas Joko, “Saya umat Islam yang tidak mengkafirkan orang lain”. Kemanapun anda pergi, seperti kunjungan kerja ke Aceh, ke Kalimantan lanjut ke Papua, lanjut ke China, pulang ke tanah air lanjut lagi ke Sulawesi. Anda selalu tidak lupa menunaikan ibadah sembahyang baik di Masjid maupun di Mushola. Anda benar benar mengajarkan bagaimana kehidupan sebagai umat beragama dan bagaimana kehidupan bernegara.

Ketujuh hal itu menjadi perhatian besar bagiku, dan bertepatan anda adalah Presiden ketujuh di negeri ini. Ijinkanlah saya yang selalu belajar dari anda ini untuk meminta 3 hal saja dari anda kalau di kasih yang keempat sepeda saya tidak akan menolak mas.

1. Orang-orang yang membencimu selalu anda Kasihi, anda tetap anggap sahabat, buktinya Prabowo dan SBY sekarang bersama sama menjelek-jelekkan anda, demi ambisi mereka di tahun 2019 nanti, semua rakyat tahu itu mas. Tegaslah mas Joko untuk bersikap terhadap orang orang seperti mereka, seakan akan sahabat tapi menikam dari belakang. Boleh mengasihi musuh tapi harus bertindak tegas terhadap perilaku kejahatan, begituloh mas Joko.

2. Tanggal 17 Agustus 2017 saya tadinya ingin sekali menjadi salah satu undangan ke istana, tapi ijinkan saya mengganti keinginan terbesarku itu dengan BEBASKAN Basuki Tjahaja Purnama dari semua tuntutan dan tuduhan, karena BTP hanya korban dari kelompok radikal, dia korban kelompok intoleransi. Disaat mas Joko akan meresmikan Jembatan Lingkar Semanggi tanggal 17 Agustus 2017 ini, berikanlah kebebasan untuk orang yang bernama Basuki Tjahaja Purnama. Sekalipun itu dalam bentuk Grasi.

3. Tetaplah menjadi Presiden kebanggaan rakyat Indonesia, dan persiapkan kaderisasi pemimpin mulai tahun 2019 sampai dengan 2024, menggantikan anda di tahun 2024 nanti, jadikan dia wakilmu di tahun 2019 nanti, dia putra bangsa yang terbaik, yang juga adalah pasangan terbaik anda.

4. Kalau dikasih sepeda dari Istana saya mau banget mas biar bisa olah raga sepeda untuk mengecilkan perut buncitku dan menjaga kesehatanku, tapi tidak dapat sepeda dari mas Joko pun saya tetap bangga dan akan tetap memilih anda di tahun 2019 nanti bersama semua keluarga dan saudaraku.

Masih banyak yang saya ingin sampaikan kepada anda mas Joko Widodo. Cukuplah dulu sebatas ini, yang pasti saya bukan dari bagian yang sering mengajukan proposal organisasi mengatasnamakan relawan, saya yakin anda tahu mana yang tulus dan mana yang berniat. Kalau tidak bisa terpenuhi 3 permintaanku ini semuanya minimal penuhilah permintaanku yang nomor 2, karena benar dia adalah korban kelompok radikal bertopeng agama, dia korban intoleransi di negeri ini. Dia adalah korban dari orang orang jahat di negeri ini.

Bagaimana rasanya, mas Joko meresmikan hasil kerja pasangan terbaikmu itu, tapi dia ada di Penjara oleh karena kebencian dan kejahatan kelompok manusia radikal yang intoleran?!. Aku yakin mas Joko akan meneteskan air mata untuk dia, tolong dengarkan kata hatimu mas!. Teriring Salam
Saya, Rakyat Yang Mencintaimu, Rakyat Yang Memilihmu.

Kepada anda yang membaca tulisanku Surat Untuk Presiden ini, silahkan viralkan, anda bisa print out dan kirimkan ke alamat sekretariat negara, anda bisa share dan bagikan ulang, jika anda sepaham dan sependapat dengan saya.

Terima Kasih, Selamat pagi, jangan lupa berbuat dan berbagi kebaikan dalam kebenaran sepanjang hari ini. Salam Rahayu.

Sumber: indonesiavoice_
Editor: Andi Andur

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook