Home Jokowi Wow!! Temui PKS, Aliansi Masyarakat Peduli Jabar Tolak Pemimpin Perempuan?

Wow!! Temui PKS, Aliansi Masyarakat Peduli Jabar Tolak Pemimpin Perempuan?

SHARE
Foto: dok. AMPJ

Bruniq.com -Aliansi Masyarakat Peduli Jabar (AMPJ) menemui sejumlah petinggi PKS di Jakarta. Mereka menyerahkan lima rekomendasi terkait Pilgub Jawa Barat 2018.

Penyerahan lima rekomendasi Pilgub Jabar 2018 itu dilakukan saat AMPJ diundang oleh PKS di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (3/8) malam. Satu dari lima poin rekomendasi itu ialah soal penolakan terhadap pemimpin perempuan.

Ketua Presidium AMPJ ustaz Roin Al Balad membenarkan rekomendasi soal penolakan terhadap pemimpin perempuan untuk Jawa Barat. Saat menyerahkan rekomendasi ke PKS, ada Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri.

“Oh, boleh aja (dikutip),” ucap Roin saat dikonfirmasi, Jumat (4/8/2017).

Berikut poin nomor dua soal penolakan pemimpin perempuan dari AMPJ ke PKS:

“Atas dasar pandangan para ulama serta berbagai kajian secara mendalam di antara ormas-ormas Islam, maka kami tidak sepakat dan secara tegas menolak kepemimpinan perempuan dalam prosesi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Barat. Untuk itu, kami mohon kepada Pimpinan PKS, baik Jabar maupun pusat untuk mempertimbangkannya kembali,” bunyi rekomendasi itu.

Alasan penolakan tersebut menurut Roin karena terkait fikih. Penolakan pemimpin perempuan demi menghindari debat di kalangan ulama.

“Itu kan masalah fikih. Masalah fikih itu kan memang ada ikhtilaf di situ. Saya melihat dalam kaidah fikih yang kita pelajari, keluar dari ikhtilaf itu diutamakan dalam Islam. Jadi, ya udah, kan keluar dari ikhtilaf itu selesai. Kalau dibahas ikhtilafnya kan nggak bakal selesai sampai kapanpun juga,” kata Roin.

“(Ikhtilaf itu) Perbedaan pendapat dalam masalah fikih kepemimpinan dalam Islam itu. Itu kan ada perbedaan pendapat di antara ulama, ada yang membolehkan (dan) ada yang tidak perempuan jadi pemimpin itu, kan gitu ya. Itu kan perbedaan pendapat ya, dengan keterangan dan dalih masing-masing. Dalam kaidah fikih juga ada dalam kaidah fikih bahwa keluar dari perbedaan pendapat itu lebih diutamakan,” imbuh Roin.

Lebih lanjut, Roin menyebut menjadi pemimpin merupakan tugas yang berat. Selain masalah perkotaan, soal umat juga harus jadi perhatian.

“Pemimpin dalam islam itu kan tugasnya berat. Bukan hanya masalah sandang, pangan, dan papan. Mimpin muslim itu kan tugas-tugas utamanya memelihara akidah,” pungkasnya.

(Sumber:detik.com)

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook