Home Djarot Terungkap!! Ini 6 Fakta Tentang Jawaban Najwa Shihab yang Diisukan Jadi Menteri...

Terungkap!! Ini 6 Fakta Tentang Jawaban Najwa Shihab yang Diisukan Jadi Menteri Sosial

SHARE
Najwa Sihab

Bruniq.com
– Keputusan Najwa Shihab untuk keluar dari Metro TV menjadi perbincangan hangat beberapa hari ini.

banyak spekulasi dilontarkan mengenai masa depan presenter acara Mata Najwa ini.

Ada satu spekulasi yang kini menggemparkan jagad media.

Filosofi di Balik Bubur Lemu dan Wejangan Jokowi kepada Agus Yudhoyono

Puteri dari Quraish Shihab ini diduga akan bergabung bersama Kabinet Kerja Preseiden Joko Widodo.

Benarkah kabar tersebut?

Dihimpun oleh TribunWow.com, berikut ini fakta-faktanya.

Baru Sehari Menikah, Nasib Pasangan Ini Berujung Tragis Setelah Bersama-sama. . .

1. Rombakan kabinet Jokowi

Diberitakan sebelumnya di Tribunnews.com, bahwa wacana reshuffle kabinet kian kencang diberbincangkan.

Jokowi kabarnya akan merombak sejumlah posisi menteri, paling lambat 16 Agustus 2017 mendatang.

Wacana reshuffle kabinet ini juga menyeret-nyeret nama Najwa Shihab.

Desas-desus tersebut semakin kuat setelah Najwa memutuskan untuk hengkang dari Metro TV.

2. Posisi menteri untuk Najwa

Jika benar Najwa akan masuk ke lingkaran Istana sebagai menteri, posisi apakah yang akan dia tempati?

Najwa diprediksi akan menempati posisi Menteri Sosial yang kini ditempati oleh Khofifah Indar Parawansa.

Prediksi ini diperkuat dengan kabar mengenai Khofifah yang akan ikut dalam kontestasi pemilihan gubernur di Jawa Timur.

Dari informasi yang didapatkan Tribunnews.com, Khofifah telah mengantongi restu dari Jokowi untuk mencalonkan sebagai gubernur di Jawa Timur.

“Najwa Shihab cocok atau tidak jadi menteri, presiden yang menilai,” kata Sekjen PPP Arsul Sani di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

3. Jawaban Najwa

Menanggapi kabar yang menerpanya, Najwa yang diwawancarai Kompas.com usai menggelar jumpa pers tentang temu literasi di Hotel Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (12/8/2017), membantah isu tersebut.

“Soal rumor jadi Menteri Sosial itu perlu saya luruskan yaitu, yang pertama saya kaget sekali ketika dikirimi headline Indo Pos. saya baru dapat itu ketika saya turun di Kupang (NTT) lalu kemudian saya baca. Saya tidak tahu Indo Pos itu sumbernya dari mana,” kata Najwa.

Dia mengatakan, pihak Indo Pos sama sekali tidak pernah melakukan konfirmasi ke dirinya.

“Tapi memang akhirnya itu menjadi headline dan headline tidak pakai tanda tanya, seolah-olah sudah pasti itu. Saya dapat banyak sekali WA, telepon dan SMS, mulai dari yang kasih selamat, sampai yang sudah menitipkan pesan-pesan agenda apa yang harus dilakukan,” ucapnya.

“Padahal tadi saya baru saja sampai Kupang dan tadi sempat heboh dan saya tidak menanggapi,” tambah dia.

4. Najwa mencintai dunia jurnalistik

Dalam kesempatan tersebut Najwa mengaku masih mencintai dunia jurnalis yang telah membesarkan namanya.

Rasa bangga sebagai seorang jurnalis masih menyelimuti perasaannya.

Ia masih mengenang bagaimana perjalanan karirnya selama 17 tahun di Metro TV.

“Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur,” kata Najwa.

5. Duta Baca Indonesia

Wanita yang terjun di duni pertelevisian sejak 25 November 2009 ini ternyata telah ditunjuk sebagai Duta Baca Indonesia.

Menurut Najwa, gelar tersebut adalah amanah yang besar bagi dirinya.

Karena itulah, saat ini ia ingin fokus ke tugas utamanya.

“Saya tidak akan pernah bisa jauh-jauh dari dunia jurnalistik dan tugas sebagai duta baca yang memang menurut saya adalah amanah yang sangat besar. Yang saya baru lakukan ini belum ada apa apanya, karena baru setahun dan sekarang lagi menikmati keliling daerah termasuk datang ke NTT,” ucap Najwa.

6. Kerap datangi Istana

Dalam jumpa persnya, Najwa mengaku jika dirinya kerap datang ke Istana Negara.

Namun kedatangannya tersebut tidak ada hubungannya dengan lingkaran politik istana.

Ia datang ke Istana untuk urusan tugasnya sebagai Duta Baca Indonesia.

Saat di Istana-pun, ia tidak bertemu dengan Jokowi, melainkan bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.

“Semua itu dalam rangka fungsi saya sebagai duta baca, karena ini bulan kemerdekaan dan kami dan teman teman pegiat literasi punya usul bagaimana kampanye literasi itu juga persis di bulan kemerdekaan ini dan komunikasi ke istana itu sebatas sebagai wartawan atau mewawancarai pak Jokowi,” katanya.

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook