Home News Terungkap!! Begini Pola Kerja Sama Polri-KPK Usut Teror Novel Baswedan

Terungkap!! Begini Pola Kerja Sama Polri-KPK Usut Teror Novel Baswedan

SHARE
Kombes Argo

Bruniq.com

Jakarta- Hampir 4 bulan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan belum juga terungkap. Polri kemudian membuka keterlibatan KPK dalam pengungkapan kasus ini. Lalu bagaimana pola kerja sama Polri-KPK dalam pengungkapan kasus ini?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah membentuk tim penyidik yang berdasarkan surat perintah untuk mengusut kasus teror Novel. Sedangkan KPK dipersilakan membentuk tim sendiri dan nantinya akan bergabung dengan tim dari Polri.

“Jadi intinya begini, dari polisi ada tim penyidik yang sudah dibentuk surat perintah. Nanti kita juga nanti agar tidak terjadi bias silakan tim KPK bentuk sendiri jadi tim itu nanti bergabung dengan tim penyidik Polri, misalnya mau kita laksanakan mau lihat kembali apa yang dicurigai boleh,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Namun menurut Argo, KPK tidak bisa melakukan penyelidikan. Posisi KPK hanya untuk mendampingi Polri.

“Tapi tidak bisa melakukan penyelidikan ya, tapi mendampingi polri, jadi yang dicurigai siapa misalnya M, M kemana, kita bawa tim KPK itu untuk jalan lihat alibinya, istilahnya kita mengeler ya, kita keler, dan yang kedua, misalnya sudah dicurigai siapa si H,” tuturnya.

Argo pun menerangkan bahwa KPK diperbolehkan untuk berjalan bersama Polri dalam mengecek alibi dari orang yang dicurigai. Selain itu, tim dari KPK juga dipersilakan jika ingin melihat data yang ada di kepolisian terkait kasus teror Novel ini.

“Kita boleh dari KPK untuk jalan bersama untuk mengecek alibi seperti apa jadi biar KPK tahu, kita juga tau apa yang sudah kita lakukan. Sama gitu. Kemudian yang dicurigai siapa, kita taruh dalam suatu kamar atau kaca siapa yang dicurigai kita terbuka semua seperti kita sudah identifikasi limaratus meter dari TKP, mereka boleh melihat data kita tim kepolisian,” terangnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menegaskan adanya tim bentukan Polri yang juga membuka keterlibatan KPK. Penegasan disampaikan soal munculnya desakan publik mengenai pembentukan tim pencari fakta (TPF) kasus Novel.

“Saya pikir kita harus percaya kepada institusi KPK karena teman-teman di KPK kan cukup kredibel. Kalau saja dibentuk tim gabungan independen, misalnya, ini kan sifatnya mencari fakta, bukan melakukan investigasi. Kalau mencari fakta beda dengan investigasi,” ujar Tito di Istana Kepresidenan.

Tito mengatakan investigasi dapat melakukan penyelidikan lebih mendalam sampai menemukan data mentah. Tim investigasi bahkan dapat melakukan analisis IT untuk mengungkap kasus tersebut.

(Sumber:detik.com)

SOURCEdetik.com
SHARE
Loading...
Previous articleWow!! Jaksa Agung Sebut Ombudsman Hambat Penegakan Hukum Kasus Narkoba?
Next articleLakukan Perundingan dengan Freeport. Hasilkan 2 Berikut Ini
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook