Home Jokowi Tegas!! Sayap Muda PDIP Sebut Arief Poyuono Provokator

Tegas!! Sayap Muda PDIP Sebut Arief Poyuono Provokator

SHARE
Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono dan surat permohonan maaf kepada PDIP.

Bruniq.com -Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Ppyuono yang membandingkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) masih menyulut amarah bagi Banteng Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap PDIP.

Sekjen DPP BMI Antoni Wijaya bahkan mengatakan Arief, yang menjabat wakil ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), bukanlah politikus sejati melainkan provokator.

Dia juga mengatakan permintaan maaf yang disampaikan Arief karena menyebut partai PDIP sebagai partai Komunis dan sering menipu rakyat tidak dapat menghentikan proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Menurutnya, pernyataan tersebut adalah fitnah keji yang mencemarkan nama baik PDI Perjuangan.

“Ini sudah ranah pidana, polisi harus panggil dan periksa Arief Poyuono sesegera mungkin, jangan sampai hal seperti ini dibiarkan. Pasalnya pidananya jelas ada kok,” kata Antoni di Jakarta, Rabu (2/8)

Ia menambahkan, PDI Perjuangan adalah partai politik yang diakui secara konstitusi dan berpegang teguh dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945.

“Jadi jelas sekali pernyataan itu adalah pernyataan yang tidak berdasar dan Arief Poyuono wajib mempertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut Antoni, Arief telah menuding Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang sering membohongi rakyat.

“Ini yang kami sesalkan, ini membuktikan bahwa dia bukan seorang politisi, melainkan provokator yang dengan sengaja ingin menjelek-jelekan Presiden Jokowi dan merusak marwah partai PDI Perjuangan sebagai partai pendukungnya. Dia harus bertanggungjawab atas pernyataan kejinya itu,” kata Antoni.

Arief seperti dikutip sejumlah situs berita telah mengeluarkan pernyataan pedas dengan menuding Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan “beserta antek-anteknya” seperti PKI dan sering menipu rakyat.

Pernyataan tersebut terlontar saat dia mengkritisi disahkannya Undang-undang Pemilu yang menyetujui ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen.

“Pernyataan itu keluar dari seorang politisi yang takut bertarung di Pemilu 2019. Dia sengaja memprovokasi rakyat dengan menuduh kami PKI. Ini sungguh kelewatan, kalau ingin bertarung secara sehat buktikan di pemilu nanti, jangan fitnah kami dengan tuduhan yang tidak berdasar dan keji seperti itu,” tandas Antoni.

“Sebaiknya Arief konsentrasi mengurus partainya sendiri. Dengan melakukan serangan membabi buta tanpa dasar pada parpol lain menunjukkan kerendahan kualitas berpolitik dan hilangnya kepercayaan diri,” pungkas dia.

Arief sendiri secara terbuka telah menyampaikan permintaan maaf di atas kertas bermaterai kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan “teman-teman saya” di PDIP.

Sumber: BeritaSatu.com

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook