Home Jokowi Qatar Minta Ibadah Haji Ditangani Internasional, Ini Kata Arab Saudi…

Qatar Minta Ibadah Haji Ditangani Internasional, Ini Kata Arab Saudi…

SHARE
Mekah, pada 8 Juni 2016.

Bruniq.com- Qatar disebut Arab Saudi seakan mengajak perang atas permintaannya soal ibadah haji ditangani secara internasional.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir, Minggu (30/7/2017), mengecam permintaan Qatar agar penanganan ibadah haji diinternasionalisasi.
Padahal, sejak 1950-an, Pemerintah Arab Saudi yang berwenang atas penanganan ibadah haji di negaranya, sebagai Tanah Dua Masjid Suci.

Internasionalisasi sama saja dengan membagi wewenang tersebut dengan negara lain, alias ditangani secara internasional.
“Permintaan Qatar untuk menginternasionalisasi situs-situs suci Islam adalah tindakan yang agresif dan merupakan deklarasi perang terhadap Kerajaan Arab Saudi,” demikian kata Al-Jubeir.
“Kami punya hak untuk merespons siapa saja yang berupaya untuk membagi wewenang atas situs-situs suci tersebut,” ucapnya lagi.
Selain itu, Al-Jubeir juga membantah soal upaya Arab Saudi untuk mempolitisasi ibadah haji, seperti yang dituduhkan pihak Qatar.
“Pernyataan itu sama saja tak menghormati ibadah haji dan jemaah yang melaksanakannya,” ucap Al-Jubeir.
Sedangkan, Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani membantah klaim soal pihaknya meminta internasionalisasi tersebut.
“Tidak ada pejabat Qatar yang mengatakan soal internasonalisasi itu. Kami lelah merespons kabar-kabar palsu,” katanya.
“Qatar juga tak pernah mempolitisasi masalah haji. Arab Saudi yang berusaha berbuat demikian di tengah krisis teluk ini,” lanjut Al-Thani.
Sebelumnya, Pemerintah Qatar menuduh Arab Saudi telah mempolitisasi ibadah haji lantaran jemaahnya dibatasi untuk beribadah.
Dewan HAM Nasional Qatar (NHRC), Sabtu (29/7/2017), melaporkan bahwa jemaah haji Qatar seperti mulai dibatasi kedatangannya.

Otoritas Arab Saudi dikatakan hanya memperbolehkan jemaah haji Qatar yang masuk melalui dua bandara dan terbang dari Doha, Qatar.
“Jadi warga Qatar yang tinggal di luar Qatar harus pulang dulu ke Qatar jika ingin melakukan perjalanan ke Arab Saudi,” demikian sebut NHRC.
NHRC, yang didanai oleh Pemerintah Qatar, menyuarakan kekhawatiran atas Arab Saudi, yang dikhawatirkan telah mempolitisasi ibadah haji.
“Dikhawatirkan Arab Saudi mempolitisasi ritual keagamaan tersebut dan menggunakannya untuk memperoleh keuntungan di bidang politik,” lanjut pernyataan tersebut.
Atas itu, NHRC mengajukan protes kepada Pelapor Khusus Dewan HAM PBB terkait dugaan pelanggaran terhadap kebebasan beragama itu.
Selain itu, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Qatar dikabarkan telah menangguhkan pendaftaran ibadah haji untuk warganya.
Padahal, Arab Saudi sudah membantah soal adanya upaya pembatasan jemaah Qatar untuk beribadah haji di Mekkah. (Aljazeera/Reuters)

 

 

(Sumber:tribunnews.com)

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook