Home Jokowi Menyedihkan!! Jadi Viral Wanita Nangis Peluk Anak, Niat Baik Berujung Petaka, Pasutri...

Menyedihkan!! Jadi Viral Wanita Nangis Peluk Anak, Niat Baik Berujung Petaka, Pasutri Ini Justru Jadi Tersangka!

SHARE
Lamrin Tamba histeris melepas bayi laki-laki yang diadopsinya ke pihak Dinas Sosial.

Bruniq.com- Niat baik pasangan suami istri ini harus berujung kepada urusan hukum.

Pasalnya, pasangan yang belum dikaruniai anak dalam pernikahannya ini dituduh dan dijadikan tersangka atas kasus transaksi jual beli anak ilegal atau yang biasa disebut human trafficking.

Atas tuduhan itu pun, pasangan suami istri ini harus menyerahkan anak adopsinya tersebut kepada Dinas Sosial.

Terpantau ibu ini sangat histeris hingga meraung-raung sambil memeluk anaknya, tanda tidak rela menyerahkan anak yang sudah ia rawat dari kecil dan sudah dianggap anak kandungnya sendiri.

 

Kisah ini menjadi viral di media sosial dan dibagikan oleh akun Facebook bernama Yuni Rusmini.

Akun Facebook Yuni Rusmini ini menuliskan peristiwa menyedihkan tersebut berserta tiga foto dan sebuah video yang menampilkan suasana haru saat pasutri ini menyerahkan anaknya ke Dinas Sosial.

Simak unggahan selengkapnya di sini!

“Niat baik yg berujung jadi bencana Hidup.

Pasutri ini harus menyerahkan anak adopsinya ke dinsos dgn teriakan histeris Bahkan sampai pingsan.

Mgkn ini judul yg pantas utk pasangan suami istri yg di video ini.

Pasangan pasutri ini tdk memiliki Anak, krn keinginan utk punya momongan sangat tinggi,hingga tergerak hatinya utk mengadopsi. Ketika mereka ditawari anak,dgn spontan menerimanya.

Walau dgn syarat hrs membayar.

 

Mgkn krn niat,keinginan dan sayang utk punya anak, wajarlah Mau memenuhi persyaratan apapun,bgnya Yg ptg bisa Dan keinginan anak hadir di rumahnya ada.

Berselang waktu, tiba” hrs berurusan dgn hukum. Dan pasutri ini dinyatakan bersalah Dan jadi tersangka dgn tuduhan transaksi jual beli anak ilegal (human trafficking)

Di pengadilan memutuskan utk menyerahkan anak adopsinya , dan mereka jadi tersangka sbgi pesakitan.

Anak yg dia sayangi dan cintai serta dirawat dgn ketulusan hati serta harapan besar kelak bisa jadi anak kebanggannya. Harapan tinggalah harapan….bila sayang Dan cintanya pada anak harus kandas begitu saja.(lihat videonya)

 

Ya Allah….
Aku memyaksikan kejadian di video ini, sangatlah tidak adil…bgmn bisa????

Tdk kah terpikir ,bgmn nasib anak tsb seandainya tdk di adopsi???? Bgmn jahatnya Kita memisahkan cinta Dan tulus org tua angkat dgn anak adopsinya???

Bgmn dgn nasib anak kedepannya, Apakah tdk mempengaruhi jiwanya kelak dlm pertumbuhan dgn Kejadian ini?

Astagfirullohalladzim…..

 

Tlg KPAI, mentri,DPR, hukum, utk mengkaji ulang …Tindakan ” Saat ada Kejadian seperti INI….jgn sampai hukum bisa jadi jln utk menghancurkan masa depan anak adopsi, jg menghancurkan harapan orang tua angkat???

Tidak kah Kita Tau, banyaknya kejadian akhir”Ini, bgmn kejadian yg kejam Dan biadap di byk tempat …bayi di buang Hidup” ,Ada yg hingga tewas tanpa manusiawi, wlu ada pula Yg Slmt wlu dlm kondisi memprihatinkan.

#kejadian di : di Mapolsek Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun sumatera utara.
#viralkan… agar ditemukan Dan dihadirkan hukum yg lbh bijaksana.” tulis akun Facebook Yuni Rusmini.

 

Tentunya, unggahan ini pun menuai tanggapan yang beragam dari para netizen.

Berdasarkan pantauan tim TribunWow.com hingga kini, Kamis (10/8/2017), unggahan ini sudah dibagikan sebanyak 19 ribu kali lebih dan sudah dikomentari sebanyak lebih dari 7 ribu netizen.

Lalu, sebenarnya apa yang terjadi?

Melansir dari Tribun Medan, peristiwa ini benar terjadi di Mapolsek Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin (7/8/2017).

 

Diketahui, pasangan suami istri ini histeris lantaran mereka diduga mengadopsi anak secara ilegal.

Saat itu terpantau ada yang menangis, meraung-raung, meratap, dan bahkan ada yang pingsan saat menyerahkan bayi mereka ke pihak Dinas Sosial Simalungun.

Kepolisian Resort Simalungun sendiri melalui Polsek Tanah Jawa menyerahkan empat anak yang terselamatkan dalam praktik dugaan perdagangan atau human trafficking, adopsi ilegal ke Dinas Sosial.

Keempat anak diserahkan setelah pihak Dinas Sosial memberi pengarahan di Mapolsek Tanah Jawa.

“Mohonlah Pak, mohonlah Buk biar, kami saja yang mengasuh mereka. Kami selama ini gak tahu hukum. Ke manalah caranya bisa kami bertemu lagi,” kata MS seorang ibu asuh sembari memeluk erat anak perempuan yang telah diasuhnya selama tujuh tahun.

Serupa dengan LT, ia juga terlihat berat hati menyerahkan anak laki-lakinya kepada Dinas Sosial.

Tangannya seakan ingin terus memegang anak adopsinya. Berulang kali ia cium anaknya dan memohon agar diizinkan memeluk untuk yang terakhir kali.

 

“Gak sanggup aku pisah sama anakku ini. Sinilah dulu, samaku. Mohonlah Buk, Pak jangan pisahkan aku dengan anakku. Biarlah kami yang merawat,” ujarnya sambil terisak.

Bahkan, Muda Ijin yang mengaku ayah kandung anak yang dilahirkan hasil hubungan tidak resmi dengan Lentina Panjaitan histeris.

“Oh, Tuhan, apa salahku ini. Kenapa jadi begini aku. Itu anakku sendiri. Oh, Tuhan. Bukannya membeli, bukannya mengadopsi. Darah saya sendiri,” kata pria berkaca mata tersebut.

Afni dari Dinas Sosial yang menghadapi suasana haru saat itu pun hanya mampu menjelaskan prosedural hukum.

 

Ia memastikan, anak-anak tersebut akan diasuh dan dijamin hidupnya selama di yayasan.

“Kami tahu ini sulit. Tapi inilah hukum. Ibu dan bapak bagaimana pun harus menyelasaikan dulu masalah ini. Anak-anak kami pastikan aman bersmaa kami,” katanya.

Muda Ijin pun terus histeris saat Dinas Sosial mengambil anak laki-lakinya. Ia terpaksa melepaskan anaknya untuk diasuh di Dinas Sosial pascaterungkapnya praktik human trafficking, adopsi ilegal.

Muda Ijin terjerat kasus human trafficking lantaran diduga mengadopsi anak Lentina yang diketahui adalah seorang pelayan Kafe Aekliman di Buntu Bayu, Kabupaten Simalungun.

 

“Demi Tuhan itu anak kandungku. Aku juga punya tanah satu hektare dan aku juga berjualan. Aku bisa menjamin anakku itu. Meski tak mau mendahului Tuhan, aku bisa menjamin sekolah. Aku gak tahu ada hukum begini. Kalau tahu tak akan aku lakukan. Ini darah dagingku sendiri dari boru Panjaitan,” ujarnya berderai air mata.

Diketahui, Dinas Sosial dan polisi tegas menegakkan Pasal 13 PP No 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, sehingga anak-anak tersebut akan diasuh negara, dalam hal ini Dinas Sosial yang bertanggung jawab.

“Jadi di sini kami (pekerja sosial) ada karena anak yang terlibat hukum human trafficking dan adopsi anak ilegal. Jadi kami berhak, atau diserahkan ke dinas sosial dan selanjutnya akan kami titipkan ke panti asuhan,” kata Afni, kemarin.

 

Pihak Dinas Sosial tidak serta merta langsung membawa anak- anak tersebut dan memisahkan mereka dari orangtua pengadopsi. Pihak Dinas Sosial terlebih dahulu akan memberi pemahaman tentang perlindungan dan adopsi anak kepada para orangtua asuh.

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook