Home Jokowi Berikut, Kronologi 2 Perwira TNI Berkelahi di Lakesgilut Halim Perdanakusuma, Darah Berceceran...

Berikut, Kronologi 2 Perwira TNI Berkelahi di Lakesgilut Halim Perdanakusuma, Darah Berceceran hingga. . .

SHARE
Capture Video

Bruniq.com
– Sebuah video beredar luas melalui pesan singkat WhatsApp.

Dalam video tersebut dua orang aparat TNI terlibat perselisihan.

Tak cuma itu saja, seorang dari keduanya bahkan tampak berdarah-darah.

Bagian hidung anggota TNI tersebut mengeluarkan darah segar bahkan hingga menetes ke lantai.

 

Pria tersebut pun diketahui memegang gagang pintu salah satu ruangan.

Sementara itu, dalam rekaman tersebut terdengar suara histeris seorang wanita.

Selain itu, suara lain pun terdengar seperti orang tengah mengalami kesakitan.

“Oh my god, oh..” kata seseorang yang sosoknya tak tampak dalam rekaman tersebut.

 

Seperti dikutip dari Tribunnews perkelahian tersebut diduga terjadi di Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut TNI-AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Adapun perkelahian disebut-sebut berlangsung pada Jumat sekitar pukul 14.30 WIB.

Lebih lanjut, kuat dugaan perkelahian itu melibatkan Perwira Penuntun Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Patun Seskoau), Kolonel Lek AH dengan Letkol drg. S di ruang Kepala Lakesgilut.

Kembali mengutip dari sumber yang sama, perkelahian itu diawali lantaran istri Kolonel AH yaitu drg. Ln diketahui sering memanggil anggota Lakesgilut untuk dimarahi.

 

Para anggota lembaga tersebut pun merasa resah.

Mereka akhirnya mengadu ke Letkol drg. S sebagai Ses Lakesgilut, dan akhirnya Letkol drg. S memanggil drg. Ln untuk ditegur.

Namun sayang, drg. Ln kemudian mengadu ke suaminya mengenai hal ini.

Sang suami pun langsung datang ke Lakesgilut untuk menghajar Letkol drg S.

 

Di sisi lain, berkaitan dengan hal ini, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya, mengatakan hal tersebut biasa terjadi.

“Kejadiannya tidak seheboh yang di video, pembinaan di lingkungan militer seperti biasa ada tahapan-tahapannya,” ujarnya melalui pesan instan, Jumat (11/8/2017) malam.

Ia pun menjelaskan adanya kesalahpahaman antara dua Pamen TNI AU yang berpangkat Kolonel dan Letnan Kolonel di Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut (Lakesgilut) Lanud Halim Perdana Kusuma.

 

Kesalahpahaman itu pula yang memicu hadirnya perselisihan.

Marsma juga mengatakan awal mula kejadian ini sebenarnya saat adanya pembinaan rutin di lingkungan Lakesgilut oleh Ses Lakesgilut Letkol drg. S.

Pembinaan tersebut berupa pengarahan dan teguran terhadap bawahannya.

drg Ln pun menjadi satu yang terkena teguran.

 

Ia kemudian mengadu pada sang suami, Kolonel AH yang berdinas di Seskoau.

Kolonel AH kemudian mendatangi kantor Lakesgilut dan menemui Letkol drg S untuk mengonfirmasi tentang arahan yang disampaikan ke istrinya.

Namun pertemuan keduanya kemudian berlangsung tegang.

Kadispen TNI pun menjelaskan darah yang muncul di hidung Letkol drg. S bukan disebabkan oleh pukulan.

 

Namun, darah itu muncul karena kepalanya terbentur.

“Berita yang telah beredar bahwa terjadi pemukulan adalah tidak benar. Karena tidak ingin kesalahpahaman berlanjut, Letkol drg. S keluar ruangan dan mengunci Kolonel AH di dalam ruangan kerjanya, dengan maksud agar ketegangan tidak semakin tinggi dan untuk menurunkan emosi kedua belah pihak,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Sementara itu, saat ini kedua belah pihak sudah berdamai.

Mereka didamaikan oleh Pomau Lanud Halim dan sudah saling memaafkan.

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook