Home News Berikut Ini 5 Fakta Polemik Pidato Viktor Laiskodat yang Kontroversial, No 2...

Berikut Ini 5 Fakta Polemik Pidato Viktor Laiskodat yang Kontroversial, No 2 Isi Pidatonya yang Dipermasalahkan!

SHARE

Bruniq.com

– Ketua Fraksi Nasdem, Viktor Bungtilu Laiskodat kini tengah menjadi perbincangan.

Pasalnya, pidato saat dirinya berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi viral di dunia maya.

Diketahui, video tersebut tampak Viktor dengan lantang menyebutkan ada empat partai di antara Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN yang mendukung adanya khilafah.

Netizen Syok Bertemu Mulan Jamela di Warung Makan, Perlakuannya Begini?

Pada Jumat (4/8/2017), Viktor yang menjalani anggota DPR tengah menjalani masa reses yang mengharuskan ia turun ke daerah pemilihannya.

Ia juga sempat hadir di pelantikan DPD dan DPC Nasdem di NTT pada Kamis (3/8/2017).

Kini, isi pidato yang dilontarkan oleh Viktor disorot oleh segala pihak dan menjadi polemik tersendiri.

Berikut tim TribunWow.com himpun fakta-fakta terkait viralnya pidato Viktor Bungtilu Laiskodat ini.

5 Cara Melindungi hingga Melawan Balik Serangan Anjing, Nomor 4 Sulit tapi Harus Dilakukan!

Simak selengkapnya di sini!

1. PKS, Gerindra, dan PAN ramai-ramai laporkan Viktor ke Bareskrim Polri

Melansir dari Kompas.com, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri pada Senin (7/8/2017) terkait pidato yang bersangkutan pada tanggal 1 Agustus 2017.

“Sebagaimana janji kami pada konfrensi pers hari Jumat kemarin, kita melaporkan Viktor Laiskodat, anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi Nasdem terkait pidatonya pada 1 Agustus 2017,” kata Zainudin di Bareskrim Polri, Senin.

Ujaran Viktor tersebut dinilai menimbulkan masalah serius karena berbau ujaran kebencian dan permusuhan.

10 Komentar Menggelikan saat Lihat Emak-emak Terobos Jalan Beton Cor-coran Basah

“Bagi kami, ketika harus berbeda pendapat terkait Perppu Prmas, bukan berarti pendukung khilafah,” ujar Zainudin.

Ia juga menambahkan bahwa tudingan Viktor sebagai fitnah yang keji dan tidak mendidik.

Victor dilaporkan dengan dugaan melanggar sejumlah pasal, salah satunya Pasal 156 KUHP.

Morata Bermain Memalukan hingga Tanggapan Ridwan Kamil Bobotoh dan The Jak Ikrar Perdamaian!

Pasal 156 KUHP berbunyi, “Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500”.

Sementara, sebelumnya Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) pun sudah terlebih dulu Viktor ke Mabes Polri, Gambir, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

“Saya menganggap bahwa Viktor Laiskodat telah melakukan ujaran kebencian dan berpotensi untuk memecah belah umat,” ujar Ketua DPP Gerindra, Iwan Sumule, sebelum masuk ke gedung Bareskrim.

Populer! Bedanya Curhatan Anak Tiri-Kandung Tora hingga Bocoran Pernikahan Laudya Cynthia Bella!

Sesaat setelah Gerindra mendaftarkan laporan, PAN juga hadir. Terlihat beberapa pengurus dan Barisan Muda PAN hadir.

“Laporan ini saya kira objek ya sama terkait dengan video pidato yang disampaikan dalam video itu,” jelas Wasekjen DPP bidang hukum, Surya I Wahyu kepada wartawan.

2. Polisi masih kaji laporan terhadap Viktor Laiskodat

Melansir dari Kompas.com, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan bahwa pihaknya akan memproses setiap laporan yang disampaikan masyarakat.

Nantinya polisi juga akan mengkaji layak atau tidaknya laporan yang masuk tersebut untuk ditindaklanjuti.

“Kami lihat apakah laporan itu memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut atau tidak, karena tidak semua laporan dapat diproses lebih lanjut,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017).

Marbot Musala Ceritakan Detail Pencurian Pria Dibakar hingga Ulasan Lengkap Pitbull Tewaskan Bocah!

Polisi juga belum bisa memastikan kapan Viktor akan dipanggil untuk memberikan keterangan.

“Tidak bisa dipastikan, apalagi sekarang (DPR) lagi reses,” kata Viktor.

Menurut Setyo, dalam kasus ini polisi belum membutuhkan keterangan ahli. Ini dikarenakan keterangan ahli dibutuhkan ketika penyidik merasa perlu diyakinkan sebelum mengambil keputusan mengenai tindak lanjut atas kasus yang ditangani.

Inilah Wujud Amplifier Mushola, Barang Bukti yang Memicu Zoya Dibakar Hidup-hidup

3. Begini isi pidato Viktor Laiskodat yang viral di media sosial!

Pidato yang penuh kontroversi ini pun menjadi ramai diperbincangkan karena viral di media sosial.

Seperti salah satunya adalah akun Twitter bernama @panca66 yang mengunggah video tersebut pada tanggal 3 Agustus 2017 silam.

“Victor Laiskodat (Nasdem) memprovokasi warga NTT dgn statemen menyesatkan Gerindra, Demokrat, PKS, PAN adalah partai pendukung khilafah” kicau akun @panca66 tersebut.

Begini isi pidato yang kini menjadi polemik tersebut!

CEO AirAsia Beberkan Pengangkatan Raline Shah Sebagai Direktur Indonesia

“Kelompok-kelompok ekstremis ini mau bikin satu negara lagi, tak mau di negara NKRI. Domo ganti dengan nama khilafah. Ada sebagian kelompok ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya partai-partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN. situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran

Catat bae-bae, calon bupati, calon gubernur, calon DPR dari partai tersebut, pilih supaya ganti negara khilafah. Mengerti negara khilafah? Semua wajib solat. Mengerti? Negara khilafah tak boleh ada perbedaan, semua harus solat. Saya tidak provokasi.

Nanti negara hilang, kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965, mereka tidak berhasil. Kita yang eksekusi mereka. Jangan tolak perppu nomor 2 Tahun 2017”

Namanya Dijadikan Jalan di Bekasi, Dewi Perssik: Kalau Merasa Dirugikan Sih Enggak, Cuma. . .

4. Nasdem sebut rekaman pidato Viktor sudah diedit

Kembali melansir dari Kompas.com, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Zulfan Lindan menyatakan bahwa rekaman Viktor yang sudah menyebar luas tersebut sudah diedit sebelumnya.

Menurutnya, itulah yang membuat kesalahpahaman terjadi di masyarakat dalam memahami isi pidato Viktor.

“Bahwa rekaman yang telah beredar adalah rekaman yang telah diedit sedemikian rupa sehingga menghilangkan konteks, konten, dan substansi dari pidato asli Viktor Laiskodat,” ujar Zulfan yang juga Ketua Tim Kajian Hukum terkait pidato Viktor di Kantor DPP Nasdem, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Melenggang di Miss Universe Inggris Raya, Wanita Muslim Ini Bikin Heboh Dunia

Ia juga menjelaskan, bahwa pidato Viktor sesungguhnya hendak mendorong semangat untuk menjaga ideologi dan konstitusi negara.

Zulfan juga berpendapat bahwa tidak ada maksud dan tujuan lain dari Viktor untuk menyudutkan pihak mana pun dalam pidato itu.

“Nasdem mengajak semua pihak untuk tidak terpancing, mudah diadu domba, serta terprovokasi yang mengganggu keutuhan hidup berbangsa dan bernegara. Nasdem siap menerima saran bahkan kritik,” ucap Zulfan.

Mengejutkan! Bentuk Kuku Setiap Orang Berbeda , Ternyata. . . . .

5. Nasdem tidak akan minta maaf atas pernyataan Viktor

Masih melansir dari Kompas.com, Zulfan pun mempersilakan empat partai yang disebut Viktor untuk menempuh jalur hukum.

Namun, Nasdem juga memutuskan untuk tidak meminta maaf kepada pihak manapun karena isi pidato Viktor secara utuh tidak menuduh PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat sebagai pendukung kaum intoleran.

“Dari sudut mana kami minta maaf. Dari sudut hukum kami, persilakan. Kami enggak bisa menahan. Nasdem ini partai kecil. Jadi tidak ada unsur kesengajaan untuk memojokan partai lain,” ujar Ketua DPP Nasdem Zulfan Lindan dalam konferensi pers menyikapi pidato Viktor di Kantor DPP Nasdem, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Terlalu Gemas! Gaya Gempita Telpon Rafathar, Cinta Sama Aku Nggak? Kangen Aku Nggak?

Ia juga mengharapkan keempat pengurus partai tersebut menanyakan langsung ungkapan Viktor bukan menilai langsung dari potongan rekaman video yang telah diedit sehingga menghilangkan konteks keseluruhan.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Ketua DPP Nasdem Johnny G Plate, ia malah bertanya kepada siapa partainya harus meminta maaf sebab, kemarahan publik muncul dari rekaman video yang sudah diedit.

“Kepada siapa harus minta maaf. Pada siapa harus minta maaf karena terkait dengan menjaga ideologi negara. Karena beredar dokumen yang dikutip secara tidak lengkap yang menggiring pada kesimpulan yang berdampak pada beberapa pihak yang merasa dirugikan,” papar Johnny.

Mengapa Wanita Merasa Nyeri saat Malam Pertama?

“Kami bersimpati pada rekan-rekan parpol yang merasa tak nyaman atas dokumen yang tak lengkap. Tapi jika melihat secara utuh dokumennya kami berikan pada Viktor untuk jaga konsensus kebangsaan kita, Pancasila sebagai ideologi,” lanjut dia.

SOURCEtribunnews.com
SHARE
Loading...
Previous articleAwalnya Iseng, Pria Ini Malah Temukan Sosok Penyiram Bensin Tukang Servis TV
Next articleBuni Yani Tiba di Lokasi Sidang, Kasihan Massa Pendukungnya Tidak Ada Terlihat…
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook