Home Jokowi Ancaman PKB Itu Merugikan PKB sendiri, Jokowi Melayani Semua Rakyat, Bukan Hanya...

Ancaman PKB Itu Merugikan PKB sendiri, Jokowi Melayani Semua Rakyat, Bukan Hanya Konstituen PKB

SHARE
Mantan Politisi PKB, Effendy Choirie atau Gus Choi (kanan) dan mantan Anggota DPD RI Marwan Batubara (kiri) saat tiba di kantor KPK, Jakarta Selatan

Bruniq.com
JAKARTA – Politikus NasDem Effendy Choirie menilai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan rugi sendiri, jika mengancam akan menarik dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi) kalau fullday school tetap diterapkan.
“Ancaman PKB itu merugikan PKB sendiri,” ujar Gus Choi demikian sapaannya kepada Tribunnews.com, Selasa (8/8/2017).
Apalagi mantan anggota DPR RI ini melihat sejak Jokowi jadi Presiden banyak kebijakan yang menguntungkan Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantrennya.

Jasa-jasa NU dan pesantren mulai diakui negara. Pun sejumlah kiai mendapat gelar nasional.

Bukan itu saja, perjuangan NU dan santrinya dapat penghargaan dengan hari Santri Nasional.
Sebagai Presiden, lebih lanjut ia sampaikan, Jokowi melayani semua rakyat, bukan hanya konstituen PKB.
“Muhamadiyah juga harus dilayani,” kata Gus Choi.

Berbagai pendapat kata Gus Choi, telah dijadikan pertimbangan mengenai fullday school, tapi tetap tidak bisa memuaskan pihak.

Namun ia yakini, Presiden akan memilih yang terbaik untuk rakyat dalam jangka panjang.

Menurutnya, konsep fullday school mungkin lebih baik untuk Indonesia masa depan tanpa menghilangkan pendidikan Diniyah dan lainnya.

“Usaha swasta untuk ikut berperan mencerdeaskan kehidupan bangsa tetap diberi peluang yang seluas luasnya,” ucapnya.

PKB terus menyerukan penolakan terhadap kebijakan sekolah delapan jam dan lima hari atau yang mereka sebut sebagai full day school.

Menurut PKB sekolah lima hari dapat mematikan pendidikan berbasis kerakyatan seperti Madrasah Diniyah.
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengaku sudah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo perihal tersebut, namun kebijakan sekolah lima hari itu tetap berjalan.

Bahkan anggota Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq menegaskan jika permintaan itu tak digubris, PKB akan mencabut dukungan terhadap Jokowi di Pilpres 2019.

“Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius, penolakan ini akan kita rumuskan dan disampaikan ke DPR RI.”

“Kalau tidak ditanggapi Presiden, maka dapat kita katakan Jokowi sudah tidak berpihak kepada masyarakat Diniyah, Jokowi menipu umat Islam, Jokowi tidak perlu kita pertahankan di 2019,”kata Imanulhaq.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara di depan ratusan peserta Halaqoh Kebangsaan DPP PKB di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

PKB melihat penyeragaman sistem sekolah lima hari justru membuat karakter bangsa yang sesuai Bhineka Tunggal Ika menjadi luntur.

Menurut Ketum DPP PKB, Muhaimin Iskandar Madrasah justru mampu membentuk pendidikan karakter.
“Masing-masing bisa mandiri, jangan diseragamkan, kebijakan yang dinilai baik buat Jakarta belum tentu bagus buat yang lain. Jadi biarkan Madrasah tetap membangun karakter yang sudah terjaga,” ujarnya.

SOURCEtribunnews.com
SHARE
Loading...
Previous articleMantap!!!! Gerakan Nasional Revolusi Mental Modal Utama Pembangunan Bangsa
Next articleBegini Keindahan ‘Pulau Berbadan Dua’ di Natuna yang Dikunjungi Susi Pudjiastuti
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook