Home Jokowi Abaikan Prabowo, Malah Puji Presiden, Apa Maksud Waketum Gerindra Arief Poyuono Puji...

Abaikan Prabowo, Malah Puji Presiden, Apa Maksud Waketum Gerindra Arief Poyuono Puji Jokowi?

SHARE
Arief Poyuono

Bruniq.com

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono sempat membuat geger terkait pernyataannya yang mengatakan ‘Wajar PDIP Disamakan dengan PKI’. Pernyataan tersebut mengundang kontroversi dari sejumlah pihak.

Setelah menyerang PDIP dengan pernyataan seperti itu, Arief sempat meminta maaf pada PDIP dengan cara mengirim surat. Permintaan maaf tersebut disambut baik oleh PDIP, namun Arief tetap diproses secara hukum.

Kali ini, ia lagi-lagi membuat pernyataan yang membuat bertanya-tanya. Pasalnya, apa yang dia utarakan seolah berbanding terbalik dengan pernyataan sebelumnya.

 

Arief tiba-tiba saja memuji Presiden Joko Widodo setinggi langit. Arief memuji Jokowi terkait kemampuannya memimpin Indonesia. Termasuk soal peluang Jokowi memimpin dalam dua periode. Arief juga membandingan kepemimpinan era Jokowi dan presiden sebelumnya.

“Hampir 3 tahun pemerintahan Joko Widodo sudah mulai menunjukkan arah kemajuan yang nyata yang mulai dirasakan masyarakat. Yang jadi ukuran secara nyata bahwa inflasi dapat terkendali dan tidak ada tanda-tanda krisis perbankan dan keuangan sekalipun banyak negara lain sedang menuju krisis keuangan dan mengalami pelemahan ekonomi dan ledakan pengangguran,” kata Arief kepada wartawan, Selasa (8/8).

Apa maksud Arief puji Jokowi?

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut puja-puji yang diterima Jokowi dari Arief tak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, lebih baik bekerja daripada terus berkomentar hal-hal yang kurang bermanfaat.

“Itu biasa dalam demokrasi, yang penting kita tidak boleh tenggelam. Jangan kita kendur karena dipuji-puji atau loyo karena dipuji-puji, atau ‘GR’, lupa diri. Juga kita tidak boleh mundur karena kritik, berkecil hati karena kritik. Itu tuh wajar dalam demokrasi,” ujar Hendrawan kepada wartawan, Selasa (8/8).

Sedangkan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menanggapi pernyataan tersebut seperti suatu hal yang lucu. Ia menuturkan tidak mempermasalahkan jika ada orang yang ingin memenangkan orang lain. Sementara pihaknya solid untuk memenangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang diharapkan oleh masyarakat.

“Ya saya nggak tahu apa benar atau tidak. Kalau benar lucu saja. Artinya Dia mungkin mendapat pribadi atau dia merasa tertekan atau merasa bersalah. Ya intinya lucu saja, yang jelas kami Gerindra Solid untuk memenangkan Pak Prabowo,” kata Fadli saat dihubungi detikcom, Selasa (8/8).

Pernyataan Fadli sama halnya dengan Wasekjen PPP Achmad Baidowi dalam menanggapi ucapan Arief Poyuono. Achmad mengatakan seorang politisi harus bersikap konsistensi dan berhati-hati dalam setiap sikap maupun perbuatan. Menurutnya politisi harus berhati-hati memberikan statemen sesuai porsi dan tidak berlebihan.

“Jadi gini, sebagai politisi yang kerjanya di dunia politik untuk memperjuangkan rakyat. Itu perlu konsistensi dengan sikap kata dan perbuatan. Jadi politisi juga harus hati-hati tampil,” kata Baidowi saat dihubungi detikcom, Selasa (8/8).

Sementara itu, Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily menanggapi pernyataan Arief dengan perasaan bersyukur atas dukungan Arief kepada Jokowi. Apalagi yang mengapresiasi adalah kader Partai Gerindra yang notabennya selalu kritis terhadap pemerintahan Jokowi. Dia berharap pujian yang dilontarkan Arief ini merupakan pujian objektif.

“Golkar sendiri kan memang konsisten dengan dukungannya kepada pemerintahan Jokowi. Apabila ada yang memuji pemerintahan Jokowi ya Alhamdulillah. Berarti kerja keras Pak Jokowi ada yang mengapresiasi,” kata Ace saat dihubungi detikcom, Rabu (9/8).

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook